A. dimiliki oleh orang perorangan dan bukanlah lembaga

A.      LATAR
BELAKANG

Federal
Reserve atau yang biasanya secara informal disebut dengan The Fed merupakan lembaga 
yang mengatur mengenai kebijakan moneter negara, melakukan pengawasan
dan regulasi atas institusi perbankan, menjaga stabilitas sistem finansial, dan
menyediakan layanan finansial kepada pemerintahan Amerika Serikat.lembaga ini
tidak dimiliki oleh orang perorangan dan bukanlah lembaga privat yang mencari
keuntungan. Lembaga ini merupakan entitas independen di dalam pemerintah.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

The
Fed memiliki rencana untuk membeli sekuritasTreasury dengan tujuan untuk
mengurangi suku bunga jangka panjang yang merupakan fungsi dari kinerja The Fed
sebagai mengambil kebijakan moneter yang tidak konvensional. Kebijakan ini
dilakukan juga dimaksudkan untuk menjadi stimulus moneter tambahan sebahai
bagian dalam memperbaiki kinerja keuangan A.S. yang masih lemah.

 

B.       TOPIK

Untuk
melunasi hutang yang ditimbulkan oleh pemerintah dapat dilakukan dengan
mencetak uang atau bank sentral menciptakan cadangan perbankan dengan membeli
sekuritas yang telah diterbitkan oleh departemen Treasury, akan tetapi
pemerintah tidak ingin membebani warganya untuk melunasi hutang pemerintahan
tersebut dengan melakukan debet monetisasi. Hasilnya adalah jumlah uang yang
lebih banyak yang mengejar jumlah barang yang tidak berubah, yang merupakan
penjelasan tentang inflasi. Dalam sejarah A.S. baru-baru ini, monetisasi utang
pemerintah bukanlah faktor pendorong di balik sebagian besar episode inflasi
tinggi, yang biasanya dijelaskan oleh faktor-faktor seperti kesenjangan output,
jumlah uang beredar, ekspektasi inflasi, atau kombinasi keduanya. Namun, para
ekonom cenderung setuju bahwa jika Federal Reserve menguangkan uang yang
dikeluarkan oleh pemerintah federal, dalam jangka panjang, konsekuensi inflasi
akan terjadi.

 

C.       LITERATUR
REVIEW

Pembelian
sekuritas Treasury A.S. oleh Federal Reserve A.S. pada tahun 2009 telah
mendorong kekhawatiran bahwa Fed dapat memonetisasi hutang yang dikeluarkan oleh
pemerintah federal, sebuah tindakan yang berpotensi menimbulkan konsekuensi
inflasi. Hal ini menjadi masalah karena jumlah sekuritas Treasury yang dibeli
Fes diharapkan tidak melebihi jumlah mata uang yang beredar agar Federal
Reserve tidak akan memonetisasi hutang pemerintah.

Dengan
adanya aliran dana diharapkan akan memberikan imbalan keuntungan dalam
globalisasi finansial keuangan negara tersebut. Langkah Fed melakukan pembelian
secara besar-besaran terhadap sekuritas 
ini pada prinsipnya merupakan suatu usaha untuk menambah uang beredar di
dalam perekonomian dan memberikan dorongan kepada perbankan untuk meringankan
kondisi keuangan yang dalam hal ini kredit dengan harapan dapat membangun
kembali perekonomian yang mengalami kelesuan.

Akan
tetapi, kebijakan yang dilakukan oleh Federal Reserve ini mengalami penolakan
dan perdebatan dikalangan pejabat pemerintahan Amerika dan juga para ahli
perekonomian. Perdebatan terjadi karena dikhawatirkan dengan memiliki
kepemilikan sekuritas treasury  yang
cukup banyak akan mengakibatkan terjadinya inflasi yang akan dapat memperburuk
keadaan dan stabilitas ekonomi serta menjadi salah satu alasan kenaikan tajam
dari suku bunga.

Selain
itu, anggapan bahwasanya kepemilikan Fed terhadap sekuritas sebagai bentuk dari
seigniorage yang merupakan upaya untuk mendapatkan keuntungan dari perbedaan
antara biaya penerbitan mata uang dan nilai nominal dari mata uang tersebut
juga menjadi bahan perdebatan dikalangan para ahli.  

 

D.      KESIMPULAN

Untuk
menangani krisis yang dialami oleh negaranya, Amerika Serikat melalui lembaga
moneternya Federal Reserve melakukan pembelian besar-besaran terhadap sekuritas
Treasury yang sedang diedarkan untuk menanggulangi resesi berkepanjangan akibat
krisis keuangan tahun 2008/2009. Hal ini diharapkan dapat menjadi angin segar
karena adanya aliran likuiditas besar-besaran ke dalam perekonomian Amerika dan
negara-negara lain yang juga menerima manfaat dari likuiditas tersebut.

 

REFERENSI

Bernanke,
Ben S. 2008. “Kebijakan Federal Reserve dalam Krisis Keuangan.”
Washington, DC: Dewan Gubernur Sistem Federal Reserve (1 Desember):
www.federalreserve.gov/ newsevents / speech / bernanke20081201a.htm.

Bernanke,
Ben S., Vincent R. Reinhart, dan Brian P. Sack. 2004. “Alternatif
Kebijakan Moneter pada Zero Bound: Penilaian Empiris.” Washington, DC:
Dewan Gubernur Sistem Federal Reserve
(www.federalreserve.gov/pubs/feds/2004/200448/200448pap.pdf).

Buiter,
Willem H. 2007. “Seigniorage.” Kertas Kerja NBER 12919 (Februari).

Dudley,
William C. 2009. “Prospek Ekonomi dan Neraca Fed: Isu ‘Bagaimana’ versus
‘Kapan.'” New York: Federal Reserve Bank of New York (29 Juli): www.
newyorkfed.o rg / new se ventents / pidato / 2009 / dud090729.html.

Levisohn,
Ben 2009. “The Fed’s Big Hand di Pasar Obligasi.” BusinessWeek (6
Juli): 24.

Meulendyke,
Ann-Marie. 1998. Kebijakan Moneter A.S. dan Pasar Keuangan. New York: Federal
Reserve Bank of New York.