A. pengertian dari iur biaya yaitu co-insurance, co-payment,

A.  
Pengertian Iuran

Iuran atau premi adalah
jumlah biaya yang harus di bayarkan seseorang atas kewajibannya mengikuti
program asuransi selama periode tertentu agar mendapatkan perlindungan resiko,
(‘Premium is an amount paid periodically
to the insurer by the insured for covering his risk.’) 1 Terdapat beberapa istilah yang
terkait dengan iuran, salah satunya adalah iur biaya (cost sharing). Iur biaya merupakan sejumlah uang yang dibayarkan
pada waktu peserta memanfaatkan pelayanan kesehatan. Iur biaya berbeda dengan
iuran, karena iur biaya dibayarkan pada saat memanfaatkan pelayanan kesehatan,
sedangkan iuran dibayarkan sebelum peserta memanfaatkan pelayanan kesehatan.
Pada iuran, dapat terjadi seseorang peserta hanya membayar iuran terus menerus
tanpa memanfaatkan pelayanan. Hal ini bukan berarti sia-sia, karena iuran yang
tidak dimanfaatkan oleh peserta iuran tersebut akan dimanfaatkan oleh peserta
yang lain. Disinilah konsep dasar dari gotong-royong, mereka yang sehat
membantu yang sakit, sehingga meskipun membayar iuran, akan tetapi tidak
memanfaatkannya secara langsung, tetapi bermanfaat bagi peserta lain.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Terdapat tiga jenis
pengertian dari iur biaya yaitu co-insurance,
co-payment, dan deductible. Co-insurance
adalah sejumlah uang dalam bentuk presentase yang dibayarkan oleh peserta
kepada Asuradur/Badan Penyelenggara Jaminan (BPJS). Contoh dari co-insurance adalah peserta yang harus
membayarkan uang sejumlah 20% dari total biaya obat kepada Rumah Sakit/Asuradur,
sehingga dapat memanfaatkan layanan sebesar 100%. Sedangkan co-payment adalah sejumlah uang dalam
bentuh rupiah yang dibayarkan oleh peserta kepada Asuradur/Badan Penyelenggara
Jaminan (BPJS). Contohnya, setiap peserta yang mendapatkan obat harus membayarkan
uang sejumlah Rp 5.000. Selain co-insurance
dan co-payment, iur biaya dapat juga
berupa deductible, artinya sejumlah
uang yang harus dibayarkan kepada Asuradur/Rumah Sakit sampai sejumlah tertentu
untuk dapat dibayar oleh pihak asuransi. Contohnya, jika deductible sebuah asuransi mobil sejumlah 200.000 ribu rupiah maka
jika mobil tersebut rusak/terjadi kecelakaan dengan perbaikan sebesar Rp
200.000, maka peserta asuransi tersebut harus membayar sendiri, kecuali jika
sudah melebihi Rp 200.000. Dengan demikian jika deductible sebesar Rp 200.000 dan mobil kecelakaan menghabiskan Rp.
5.000.000, maka perusahaan asuransi akan membayar Rp 5.000.000.

B.     
Kedudukan Iuran didalam bekerjanya
Sistem Asuransi/Jaminan Kesehatan

Kedudukan iuran dalam
sistem asuransi kesehatan sangat menentukan keberlangsungan dari program
asuransi kesehatan atau jaminan kesehatan. Dengan kata lain, iuran yang
dibayarkan oleh peserta menduduki kedudukan yang sangat sentral dalam bekerjanya
sistem asuransi. Beberapa penulis menyebutnya, iuran adalah tulang punggung
bekerjanya dan berlangsungnya sistem asuransi kesehatan atau jaminan kesehatan
baik Sosial maupun Komersial.

              Karena
pentingnya kedudukan iuran dalam keberlangsungan atau sustainabilitas sistem
jaminan kesehatan, maka perhitungan dan penentuan dari besaran iurannya pun haruslah
tepat dan akurat. Namun di samping tepat dan akurat, kemampuan dan kemauan (ability and willingness to pay) dari
peserta maupun calon peserta harusnya dipertimbangkan matang-matang sebelum
besaran iuran ditetapkan. Menurut PP No. 87 Pasal 13 ayat (1) disebutkan bahwa,
biaya administrasi tidak boleh lebih dari 10% pendapatan iuran BPJS Kesehatan.
Hal ini karena BPJS Kesehatan merupakan suatu badan yang ditugaskan oleh negara
untuk menjalankan prinsip-prinsip asuransi kesehatan sosial (prinsip SJSN) yang
berorientasi gotong-royong bukan mencari laba (not for profit). Sedangkan pada asuransi kesehatan Komersial, biaya
administrasi (termasuk juga pemasaran) yang bagus biasanya tidak melebihi 30%
dari seluruh biaya yang dibayarkan oleh peserta kepada asuradur asuransi
kesehatan Komersial.