Alhamdulillah puji dan syukur kehadirat Allah swt atas

            Alhamdulillah puji dan syukur
kehadirat Allah swt atas limpahan karunia dan hidayah-Nya. Sehingga saya dapat
menyelesaikan makalah yang berjudul “Tujuan
Pembangunan Berkelanjutan tujuan ke-1 ‘Dunia Tanpa Kemiskinan’ ” dengan
baik. Suatu kehormatan bagi saya dapat menyelesaikan makalah yang merupakan
tugas mata kuliah TPB ini karena dalam pengerjaannya saya mendapat berbagai
macam ilmu terutama tentang tujuan SDG’s ke-1 ini.

            Makalah ini dapat selesai dengan
maksimal karena kerjasama dari berbagai pihak. Saya ucapkan banyak terimakasih
kepada pihak yang sudah membantu saya dalam menyelesaikan makalah ini terutama
kepada teman-teman saya.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

            Saya selaku pembat makalah menyadari
bahwa  masih banyak terdapat kekurangan
dalam makalah ini baik dari segi tata bahasa, susunan kalimat, maupun isi.
Dengan segala kerendahan hati, saya selaku pembuat makalah menerima segala
kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

            Demikian yang dapat saya
sampaikan,semoga makalah ini dapat menambah ilmu pengetahuan dan memberikan
manfaat untuk masyarakat.

 

 

 

 

 

 

 

 

Bandung,
03 Januari 2018

 

 

 

Penulis            

 

 

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR………………………………………………………………..

i

DAFTAR ISI………………………………………………………………………….

ii

BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………………….

1

1.1 Latar Belakang……………………………………………………………………

1

1.2 Rumusan masalah…………………………………………………………………

1

1.3Tujuan Pembahasan……………………………………………………………….

1

1.4 Manfaat……………………………………………………………………………

2

BAB II PEMBAHASAN……………………………………………………………..

3

2.1 Pengertian Kemiskinan……………………………………………………………

3

2.2 Faktor Penyebab Kemiskinan…………………………………………………….

3

2.3 Dampak atau Akibat dari Kemiskinan……………………………………………

4

2.4 Kemiskinan Dilihat dari Sisi Agama Islam………………………………………

5

2.5 Upaya Pemerintah Mengatasi Masalah Kemiskinan…………………………….

6

2.6Solusi Untuk Mengatasi Kemiskinan……………………………………………..

7

BAB III PENUTUP…………………………………………………………………..

8

3.1 Kesimpulan……………………………………………………………………….

8

3.2 Saran………………………………………………………………………………

8

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………

9

 

 

BAB I PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Saat ini di Indonesia yang menjadi masalah yang
penting adalah kemiskinan dan pengangguran. Kemiskinan terus menjadi masalah
yang fenomenal dibelahan dunia, khususnya Indonesia sebagai Negara yang masih
berkembang. Masalah ini membuat jutaan anak di Indonesia tidak mendapatkan
pendidikan, kesulitan membiayai kesehatan, kurangnya tabungan dan masalah lain
yang menjurus kepada kekerasan dan kejahatan.

Banyak sekali masyarakat Indonesia yang kesulitan
untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Ini terjadi karena masih ada masyarakat yang
mengalami pengangguran. Pengangguran inilah yang membuat sulitnya sebagian
masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, sehingga akan terus ada  angka kemiskinan.

Beberapa
kondisi yang menjadi penyebab kemiskinan antar lain kemiskinan alamiah (terjadi
karena akibat sumber daya alam yang terbatas, penggunaan teknologi yang rendah,
dan bencana alam), kemiskinan buatan (terjadi karena lembaga-lembaga yang ada
di masyarakat tidak mampu menguasai sarana ekonomi dan berbagai fasilitas lain
yang tersedia hingga mereka tetap miskin), dan kemiskinan yang disebabkan oleh
orang itu sendiri seperti kemalasan, kebodohan, dll.

 

1.2  Rumusan Masalah

Dalam makalah ini akan
dibahas tentang:

1.      Apa pengertian kemiskinan?

2.      Faktor apa yang memicu munculnya kemiskinan di
Indonesia?

3.      Apa saja dampak dari kemiskinan?

4.      Solusi apa yang dapat dilakukan dalam mengatasi
kemiskinan?

 

1.3  Tujuan Pembahasan

Tujuan makalah ini
adalah:

1.      Mengetahui pengertian kemiskinan

2.      Mengetahui faktor – faktor penyebab kemiskinan

3.      Mengetahui dampak dari kemiskinan

4.      Mengetahui solusi untuk mengatasi kemiskinan

1.4  Manfaat

1.      Dapat mengetahui pengertian kemiskinan

2.      Dapat mengetahui penyebab kemiskinan

3.      Dapat mengetahui dampak kemiskinan

4.      Dapat mengetahui solusi untuk mengatasi kemiskinan

5.      Dapat mengetahui upaya dan program pemerintah dalam
pengentasan kemiskinan

 

 

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian
Kemiskinan

      Kemiskinan
adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar
seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan.
Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuhan kebutuhan dasar,
ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan.

2.2 Faktor
Penyebab Kemiskinan

Pada umumnya penyebab – penyebab kemiskinan di
Negara Indonesia adalah sebagai berikut:

1.      Kurangnya lapangan pekerjaan yang tersedia di
Indonesia

Tidak seimbangnya lapangan kerja dengan jumlah
penduduk yang ada. Lapangan kerja yang tersedia lebih sedikit jika dibandingkan
dengan jumlah penduduknya. Maka dari itu banyak masyarakat yang tidak
memperoleh penghasilan sehingga menyebabkan kemiskinan.

2.      Tidak meratanya pendapatan penduduk Indonesia

Pendapatan penduduk yang dihasilkan dari pekerjaan
yang mereka lakukan relatif tidak dapat memenuhi kebutuhannya sehari – hari.
Sedangkan ada sebagian penduduk di Indonesia mempunyai pendapatan berlebih. Ini
yang disebut tidak meratanya pendapatan penduduk di Indonesia.

3.      Tingkat pendidikan masyarakat yang rendah

Masyarakat di Indonesia banyak yang tidak memiliki
pendidikan yang dibutuhkan oleh perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja. Dan
pada umumnya untuk memperoleh pendapatan yang tinggi diperlukan tingkat
pendidikan yang tinggi pula atau memiliki keterampilan yang memadai sehingga
dapat memperoleh pendapatan yang dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

4.      Merosotnya standar perkembangan pendapatan per
kapita secara  global

Standar pendapatan per kapita bergerak seimbang
dengan produktivitas yang ada pada suatu sistem.

5.      Menurunnya etos kerja dan produktivitas masyarakat

Untuk menaikkan etos kerja dan produktivitas
masyarakat harus didukung dengan SDA dan SDM yang bagus, serta jaminan
kesehatan dan pendidikan yang bisa dipertanggungjawabkan dengan maksimal.

6.      Biaya kehidupan yang tinggi

Melonjak tingginya biaya kehidupan di suatu daerah
adalah sebagai akibat dari tidak adanya keseimbangan pendapatan atau gaji
masyarakat. Tentunya kemiskinan adalah konsekuensi logis dari realita tersebut.

7.      Laju pertumbuhan penduduk

Meningkatnya jumlah penduduk membuat Indonesia
semakin terpuruk dengan keadaan ekonomi yang belum mapan. Jumlah penduduk yang
bekerja tidak sebanding dengan jumlah beban ketergantungan.

8.      Pembagian subsidi pemerintah yang kurang merata

Hal ini selain meyulitkan akan terpenuhinya
kebutuhan pokok dan jaminan keamanan untuk para warga miskin, juga secara tidak
langsung mematikan sumber pemasukan warga. Bahkan disisi lain rakyat miskin
masih terbebani oleh pajak Negara.

9.      Kurangnya perhatian dari pemerintah

Masalah
kemiskinan menjadi masalah Negara yang semakin berkembang setiap tahunnya dan
sampai sekarang pemerintah belum mampu mengatasi masalah tersebut.

2.3 Dampak atau
Akibat dari Kemiskinan

1.     
Banyak
pengangguran

Pendidikan dan
keterampilan merupakan hal yang sulit diraih, maka masyarakat sulit untuk
berkembang dan mencari pekerjaan yang layak untuk memenuhi kebutuhan.
Dikarenakan sulit untuk bekerja, maka tidak adanya pendapatan. Membuat
pemenuhan kebutuhan sulit, kekurangan nutrisi dan kesehatan, dan tak dapat
memenuhi kebutuhan penting lainnya.

2.     
Angka
kriminalitas meningkat

Kesulitan
mencari nafkah mengakibatkan orang lupa diri sehingga mencari jalan cepat tanpa
memedulikan halal atau haramnya uang sebagaialat tukar guna memenuhi kebutuhan.
Misalnya perampokan, penodongan, pencurian, penipuan, pembegalan, penjambretan
dan masih banyak lagi contoh kriminalitas yang bersumber dari kemiskinan.
Mereka melakukan itu karena kondisi yang sulit mencari penghasilan untuk
keberlangsungan hidupnya.

 

 

3.     
Putusnya sekolah

Mahalnya biaya
pendidikan menyebabkan rakyat miskin putus sekolah karena tidak mampu membiayai
sekolah. Putus sekolah dan hilangnya kesempatan pendidikan akan menjadi
penghambat rakyat miskin dalam menambah keterampilan, menjangkau cita-cita dan
mimpi mereka.

4.     
Kesehatan sulit
untuk didapatkan

Kurangnya
pemenuhan gizi sehari-hari akibat kemiskinan membuat rakyat miskin sulit
menjaga kesehatannya. Ditambah lagi pengobatan yang mahal di klinik atau rumah
sakit yang tidak dapat dijangkau masyarakat miskin. Ini menyebabkan gizi buruk
atau banyaknya penyakit yang menyebar.

5.     
Buruknya
generasi penerus

Jika anak-anak putus
sekolah dan bekerja karena terpaksa, maka akan ada gangguan pada anak-anak itu
sendiri seperti gangguan pada perkembangan mental, fisik dan cara berfikir
mereka.

6.     
Tingkat kematian
meningkat

Banyak
masyarakat Indonesia yang mengalami kematian akibat kelaparan atau melakukan
tindakan bunuh diri karena tidak kuat dalam menjalani kemiskinan yang dialami.

7.     
Banyak penduduk
yang kelaparan

Banyak penduduk
Indonesia  yang kelaparan karena tidak
mampu untuk membeli kebutuhan akan makanan yang mereka makan sehari-hari.

2.4
Kemiskinan Dilihat dari Sisi Agama Islam

Islam
memandang bahwa masalah kemiskinan adalah masalah tidak terpenuhinya
kebutuhan-kebutuhan primer secara menyeluruh. Syariat Islam telah menentukan
kebutuhan primer itu berupa 3 hal, yaitu sandang, pangan, papan. Allah swt.
berfirman:

“…..kewajiban
ayah adalah memberikan makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang
makruf…..”(QS. Al-Baqarah 2 : 233).

“Tempatkanlah
mereka (para istri) dimana kamu bertempat tinggal, sesuai dengan kemampuanmu…..”
(QS. At-Talaq 65 : 6).

Rasulullah saw.
bersabda:

“Ingatlah, bahwa
hak mereka atas kalian adalah agar kalian berbuat baik kepada mereka dalam
(memberikan) pakaian dan makanan” (HR Ibnu Majah).

      Dari ayat dan hadis tersebut dapat
dipahami bahwa sandang, pangan dan papan tergolong pada kebutuhan pokok
(primer), yang berkait erat dengan kelangsungan eksistensi dan kehormatan
manusia. Islam menganggap kemiskinan itu sebagai ancaman yang biasa dihembuskan
oleh setan, sebagaimana firman Allah swt. “setan menjanjikan (menakut-nakuti)
kamu dengan kemiskinan” (QS. Al-Baqarah 2 : 268).

Dengan
demikian, jika seseorang tidak dapat memenuhi kebutuhan pokoknya, yaitu
sandang, pangan dan papan dapat digolongkan pada kelompok orang-orang yang
fakir ataupun miskin. Oleh karena itu, setiap program pemulihan ekonomi yang
ditujukan mengentaskan fakir miskin, harus ditujukan kepada mereka yang
tergolong pada kelompok tadi. Baik orang tersebut memiliki pekerjaan, tetapi
tetap tidak dapat memenuhi kebutuhan pokoknya dengan cara yang makruf, yakni
fakir, maupun yang tidak memiliki pekerjaan karena PHK atau sebab lainnya,
yakni miskin.

2.5 Upaya
Pemerintah Mengatasi Masalah Kemiskinan

Pemerintah memiliki peran besar
untuk mengatasi kemiskinan. Beberapa program yang dijalankan oleh pemerintah
dan dimaksudkan sebagai solusi untuk mengatasi kemiskinan diantaranya (BLT)
Bantuan Langsung Tunai, bantuan di bidang kesehatan (Jamkesmas). Namun
program-program tersebut  belum memiliki
dampak yang signifikan terhadap pengurangan angka kemiskinan. Beberapa pakar
kebijakan Negara menganggap bahwa Negara wajib menyediakan jaminan kesehatan
dan  kesejahteraan masyarakat.

Untuk itu pemerintah perlu membuat
ketegasan dan kebijakan yang lebih membumi dalam rangka menyelesaikan masalah
kemiskinan ini. Beberapa langkah yang bisa dilakukan adalah:

1.      Menciptakan lapangan kerja yang mampu menyerap
banyak tenaga kerja sehingga mengurangi pengangguran.

2.      Menghapuskan 
korupsi. Sebab korupsi adalah salah satu penyebab layanan masyarakat
tidak berjalan sebagaimana mestinya.

3.      Menggalakkan program zakat. Dalam islam ajaran zakat
diperkenalkan sebagai media untuk menumbuhkan pemerataan kesejahteraan diantara
masyarakat dan mengurangi kesenjangan kaya-miskin.

4.      Menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok. Bertujuan
menjamin daya beli masyarakat miskin untuk memenuhi kebutuhan pokok.

5.      Meningkatkan akses masyarakat miskin kepada
pelayanan dasar. Bertujuan untuk meningkatkan akses penduduk miskin memenuhi
kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan prasarana dasar.

 

 

2.6 Solusi Untuk
Mengatasi Kemiskinan

Kemiskinan tidak dapat
hilang begitu saja apabila tidak ada usaha dari orang miskin itu sendiri, dan
bantuan dari sesama serta pemerintah suatu Negara. Oleh karena itu, hal-hal
yang harus dilakukan untuk mengatasi kemiskinan adalah :

1.     
Menciptakan
lapangan kerja baru yang mampu menyerap tenaga kerja

2.     
Mendirikan BLK
(Balai Latihan Kerja) bagi orang kurang mampu sehingga memiliki bekal yang
cukup untuk maju di dunia usaha.

3.     
Menarik minat
pengangguran dengan menaikkan upah minimum sehingga mereka semangat untuk
bekerja.

4.     
Memperbaiki
sistem pendidikan.

5.     
Menyisihkan
sebagian harta kita bagi yang membutuhkan.

6.     
Memanfaatkan
sumber daya manusia yang ada untuk bekerja, sehingga mereka berpenghasilan dan
mendapatkan uang.

 

BAB III PENUTUP

3.1  Kesimpulan

      Kemiskinan
adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar
seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan.
Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuhan kebutuhan dasar, ataupun
sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan.

Banyak faktor yang
menyebabkan terjadinya kemiskinan diantaranya kurangnya lapangan pekerjaan yang
tersedia di Indonesia, tidak meratanya pendapatan penduduk Indonesia, tingkat
pendidikan masyarakat yang rendah,dan lain-lain. Banyak pula solusi yang telah
dilakukan oleh pemerintah namun belum memiliki dampak signifikan terhadap
pengurangan angka kemiskinan tersebut.

 

3.2 Saran

            Agar angka kemiskinan ini berkurang,
sebaiknya pemerintah lebih meperhatikan kembali masyarakat nya terutama
masyarakat yang mengalami kemiskinan tersebut. Hal yang dapat dilakukan
pemerintah diantaranya menciptakan lapangan keja baru, mendirikan Balai Latihan
Kerja, memberikan subsidi, menarik minat pengangguran dengan menaikkan upah
minimum, serta menghapus korupsi.

Kemudian masyarakat yang mengalami kemiskinan
ini  harus memiliki keinginan dari dirinya
sendiri untuk mengubah kehidupannya menjadi lebih baik misalnya dengan cara
memiliki suatu keterampilan sehingga dapat memperolah penghasilan untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya.