MENCINTAI warga terhindar dari berbagai penyakit, seperti demam

MENCINTAI LINGKUNGAN

Oleh Raditya Fiqhi
Ramadhan  kelas V O

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Setiap tanggal 1 Muharram
kampung kami mengadakan Ulang Tahun  Hari
Jadi kampung Tegalsari,  Desa Siraman. Tepatnya
pada tahun 1 Muharram 1439 H jatuh pada hari Kamis tanggal 21 September 2017 M
yang merupakan Hari Jadi yang ke 98. Penyelenggaranya pengurus RW 08 Tegalsari,
yang melibatkan semua warga dari RT 07, RT 08, RT 09, RT 10. Acara tersebut
diselenggarakan dengan tema “Rukun Agawe Santosa”. Menjelang Hari Jadi di adakan
berbagai macam kegiatan seperti pengajian abar, kebersihan lingkungan, olahraga
dll.                                                        

Pengajian akbar, pengajian ini
di ikuti seluruh warga Tegalsari yang beragama Islam bertempat di masjid Nurul
Muttaqin RT 09 dengan penceramah oleh Ustadz Supardjo dari Patuk Gunungkidul yang
dilaksanakan tanggal 18 September 2017 dimulai pukul 20.00 WIB.

Setelah diadakan acara
pengajian akbar,  kemudian diadakan acara
kebersihan lingkungan ini di ikuti oleh semua warga RW 08 Tegalsari  baik Ibu-Ibu, bapak-bapak, pemuda-pemudi, dan
anak-anak. Lingkungan yang bersih sangat berperan dalam meningkatkan derajat
kesehatan. Kebersihan lingkungan menjadikan warga terhindar dari berbagai
penyakit, seperti demam berdarah, gatal-gatal, infeksi saluran pernafasan, dan
saluran pencernaan. Warga Tegalsari sangat kompak dan peduli terhadap
kebersihan lingkungan.

Pak RT sudah membagi tugas, Ibu-Ibu
membersihkan sampah di sekitar rumah masing-masing, Bapak-Bapak membersihkan
saluran air di got rumah mengecat pagar di rumah masing-masing, sedangkan yang
memasang umbul-umbul di sepanjang jalan Tegalsari dilakukan oleh anak-anak dan
remaja membersihkan jalan yang akan dilalui rombongan kirab.

Demi mewujudkan lingkungan
yang sehat dan bersih, kampung Tegalsari membentuk “Pos Bindu” dengan tenaga
Para Medis dan Dokter dari warga setempat. Dokternya ada 4 orang dan Para
Medisnya ada 8 orang. Setiap tanggal 11 pukul 13.00 WIB diadakan pemeriksaan
kesehatan warga bertempat di kantor Pos Bindu RT 07 RW 08 Tegalsari. Agenda
pemeriksaan warga yaitu, di periksa tensi, asam urat, kolesterol, gula darah
dengan cuma-cuma/gratis kalau ada bantuan dari Dinas.

Sehat itu penting perilaku
masyarakat yang sehat akan menunjang dan berdampak semakin meningkatnya derajat
kesehatan. Hal ini dapat kita lihat dari semakin banyaknya penyakit berbasis
perilaku dan gaya hidup misalnya kebiasaan pola makan yang sehat dapat
menghindarkan kita dari serangat  penyakit.
Penyakit yang dapat menyerang antara lain Jantung, darah tinggi, stroke, obesitas, dan lain sebagainya. Kebiasaan
mencuci tangan dengan sabun sebelum makan akan menghindarkan kita dari penyakit
saluran  percernaan.

Dalam rangka hari jadi
Tegalsari di adakan lomba bola voli plastik untuk bapak- bapak dan ibu-ibu
antar RT. Sedangkan anak-anak lomba lari kelereng, lomba makan kerupuk, lomba
memasukan pensil kedalam botol, dan memasukan benang kedalam jarum. Semua warga
ikut meramaikan acara dan sangat bersemangat.

Selain acara-acara lomba dan
kebersihan, desa Tegalsari juga sangat peduli dengan keamanan merupakan unsur
utama dalam ketenangan dan kenyamanan warga Tegalsari. Oleh karna itu setiap
warga laki laki di wajibkan menjadi petugas keamanan kampung untuk menjaga
lingkungan. Untuk itu dibuat Gardu Ronda di setiap RT dan setiap malam ada
petugas yang jaga sambil mengambil uang receh disetiap rumah warga dan setiap
Hari Jadi di adakan lomba kebersihan dan keindahan Gardu Ronda juga diadakan
lomba toklek agar bersemangat dalam melaksanakan tugasnya.

Puncak acara Hari Jadi adalah kirab
yang dilaksanakan hari Rabu tanggal 20 September 2017 pukul 13.00 WIB dengan
start dari RT07 dan berakhir di RT10 Tegalsari kirab ini di ikuti oleh seluruh
warga RW08 Tegaalsari setiap RT menampilkan seni budaya Indonesia dengan
kreatifitas masing masing. Kami selaku warga RT07 ikut berpartisipasi yang
tergabung dalam kelompok anak anak menampilkan reog kreasi anak anak, kemudian bapak
bapak kesepuhan berpakean adat Jawa,bapak bapak yang lain menampilkan reog
kreasi baru dan tari gedruk dan pemuda dan pemudi menampilkan tari kreasi baru,
ibu ibu ada yang berseragam Dhasa Wisma,seragam lurik, tari poco poco,dan tari payung.dan
untuk RT yang lain menampilkan berbagai kreasi.

Kirab berahir pukul 15.00WIB
yang disambut oleh bapak kepala desa dan bapak ketua RW berserta seluruh
panitia sambil menunggu pengumuman kejuaraan kirab di adakan pentunjukan reog
kreasi baru dari RT07 dan tari poco poco. Setelah itu kita mendengarkan
sambutan bapak kepala desa hasil lomba kirab juara satu dimenangkan oleh RT07
dengan hadiah seekor kambing yang sekarang dipelihara oleh salah satu
warga.malam harinya ditutup dengan sarasehan di lanjutkan pertunjukan wayang
kulit semalam suntuk dengan dalang ki Suradal,yang didahului dalang cilik dari
Baleharjo.

Saya sangat mencintai
lingkungan kami,sebab saya menjadi warga Tegalsari RT07, RW08 berusaha untuk
menjadi warga yang baik,menjaga lingkungan yang bersih,sehat,aman,saling tolong
menolong,tidak membedakan suku,ras,dan agama.Kami hidup berdampingan dengan
pemeluk agama yang berbeda,tetapi kami saling hormat menghormati dalam
melaksanakan ibadahnya dan bergotong royong dalam kemasyarakatan. Gotong royong
memiliki arti penting dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan serta
meningkatkan solidaritas dan rasa kekeluargaan dengan sesama. Inilah pentingnya
gotong royong sebagai modal utama  untuk mencintai
lingkungan.